Laman

Jumat, 10 Juni 2011

Pembuluh Darah Vena dalam tubuh

A.Pengertian Pembuluh Darah Vena

Pembuluh darah vena merupakan kebalikan dari pembuluh darah arteri, yang membawa darah dari alat-alat tubuh masuk ke dalam jantung. Bentuk dan sususnannya hampir sama dengan arteri. Katup pada vena yang terdapat di sepanjang pembuluh darah berfungsi untuk mencegah darah tidak kembali lagi ke sel atau jaringan. Vena yang terbesar adalah vena pulmonalis, vena mempunyai cabang yaitu venolus yang yang selanjutnya menjadi kapiler.

B.Vena yang masuk ke jantung

a.Vena Kava Superior, merupakan vena besar yang menerima darah dari bagian atas leher dan kepala yang di bentuk oleh persatuan dua vena brakhiosefalika yang masuk ke dalam. atvium dektra. Vena azigos bersatu pada permukaan posterior vena kava superior sebelum masuk ke pericardium.

b.Vena kava inferior, menerima darah dari alat-alat tubuh bagian bawah, menembus sentrum tendineum setinggi vertebrae thorakalis, dan masuk ke bagian terbawah atrium dekstra.

c.Vena Pulmonalis. Dua vena pulmonalis yang meninggalkan paru-paru membawa darah teroksigenasi (banyak mengandung oksigen) dan masuk ke atrium sinistra.

C.Vena yang bermuara pada vena kava superior

Vena yang berawal tepat di belakang angulus mandibulare dan menyatu dengan vena aurikularis posterior lalu turun melintasi m.sternoklaido mastoideus tepat di atas clavikula dan menembuh fasia servikalis profunda dan mencurahkan isinya ke vena sublavia. Cabang-cabangnya yaitu : vena aurikularis posterior, vena retromandibularis menerima darah dating dari mandibularis, vena jugularis eksterna posterior yang mengurus bagian kulit kepala dan leher bergabung dengan vena jugularis eksterna, vena supraskapularis menerima darah dari otot bahu bagian atas, dan vena jugularis anterior, berawal tepat di bawah dagu, menyatu turun ke leher diatas insisura jugularis, berjalan ke bawah m.sternoklaidomastoideus dan mencurahkan isisnya ke vega jugularis eksterna.

a.Vena kulit kepala

•Vena trokhlearis dan vena supraorbitalis, menyatu pada tepi medial orbita membentuk vena fasialis

•Vena temporalis supervisalis, bercabang dengan vena maskilaris dalam substansi glandula parotis membentuk vena retromandibularis

•Vena aurikularis posterior, bergabung vena retromandibularis dibawah grandula parotis membentuk vena jugularis eksterna.

•Vena oksipitalis, bermusara ke dalam pleksus venosus suboksipitalis dan mencurahkan isinya ke dalam vena vertebralis, vena oksipitalis dan vena jugularis interna.

Vena kulit kepala bebas beranastomosis dengan sinus vena-vena intracranial.

b.Vena wajah

•Vena fasialis, terbentuk pada sudut medial mata, menyatu dengan vena supraorbitalis dan vena supratroklearis, dan berhubungan dengan vena oftalmika superior melalui vena supraorbitalis dengan perantara vena oflatmika superior, vena fasialis di hubungkan dengna sinus kavernosus. Vena ini menyilang di atas glandula submandibular dan bermuara ke dalam vena jugularis.

•Vena profunda fasialis bergabung dengan sinus kavernosus melalui vena oftalmika superior.

•Vena transversa fasialis bergabung dengan vena temporalis superfisialis di dalam glandula parotis

c.Vena pterigoideus merupakan jalinan vena yang mengelilingi m.pterigoideus menampung vena-vena sesuai dengan cabang-cabang maksilaris yang bermuara kedalam vena maksilaris, vena fasilaris, vena lingualis, dan vena oftalmika superior

•Vena maksilaris bergabung vengan vena fasialis melalui vena fasialis profunda, bergabung dengan vena temporalis superfisialis membentuk vena retro mandibularis.

•Vena fasualis, meninggalkan wajah, menyilang margo inferior korpus mandibularis, bergabung dengan retromandibularis, dan bermuara ke dalam vena jugularis interna.

•Vena lingualis, bergabung dengan vena profunda linguae membentuk vena komitans dan bermuara pada vena jugularis interna

•Vena oftalmika superior berhubungan dengan vena fasialis, vena oftalmika inferior bergabung melalui visura orbitalis inferior dan bermuara ke dalam sinus kavernosus.

d.Vena tonsil dan palatum. Vena palatine eksterna turun dari palatum mole bergabung dengan pleksus venosus varingeus menembus m. konstiktor faringeus superior bergabung dengan v. palatine, v. faring dan v. fasialis. Vena ini bermuara ke pleksus venosus faringeus dan bermuara ke jugularis interna.

e.Vena pada punggung. Vena pada punggung memberikan darah dari struktur punggung membentuk pleksus majemuk yang tersebar sepanjang kolumna vertebralis dari cranium sampai ke koksigis.

•Pleksus venosus vertebralis eksternus terletak diluar kolumna vertebralis dan mengelilinginya.

•Pleksus venosus vertebralis internus terletak didalam kanalis vertebralis. Kedua pleksus ini saling berhubungan dengan vena-vena leher, toraks, dan pelvis. Pada bagian atas berhubungan dengan sinus oksipitalis dan basilaris dalam kavum kranii. Pleksus internus bermuara pada vena intervertebralis, interkostalis, lumbalis dan sakralis

D.Vena yang bermuara ke vena kava interna
a.Vena torasika interna, bersatu membentuk pembuluh darah tunggal dan mengalirkan darah ke vena brakhiosefalika
b.Vena dinding anterior dan lateral abdomen. Darah vena dikumpulkan ke jalinan vena-vena dari umbilicus dan dailirkan ke vena aksilaris melalui vena torakalis lateralis dank e bawah vena femoralis melalui vena epigastrika superfisialis.

•Vena safena magna menghubungkan jalinan vena melalui umbilicus sepanjang ligamentum terres hepatis ke vena porta dan membentuk anastomosis vena porta dengan vena sistemik yang penting.

•Vena epigastrika superior, vena epigastrika inferior, dan vena sirkum fleksa ileum profundus mengalirkan darah ke vena iliaka eksterna.

•Vena interkostalis posterior mengalirkan darah ke vena azigos dan lumbalis mengalirkan darah ke vena kafa inferior.

c.Vena lambung. Vena yang mengalirkan darah ke sirkulasi portal vena gastric sinistra dan vena gastrika dekstra langsung ke vena porta. Vena gastroepiploika sinistra lalu bermuara ke vena lienalis dan vena gastroepiploika dekstra bermuara ke vena mesenterika superior.

d.Vena dinding posterior abdomen. Vena kava inferior mengalirkan sebagian besar darah dari tubuh di bawah diafragma ke atrium kanan jantung. Dibentuk oleh persatuan vena iliaka kommunis dan berjalan ke atas sisi kanan aorta menembus sentrum tendinium diafragma setinggi vertebrae torasika ke-8, memasukan darahnya ke atrium kanan jantung, dan menerima cabang dari vena mesenterika inferior, vena lienalis, vena mesentrika superior, dan vena porta.

•Vena mesentrika inferior merupakan cabang dari sirkulasi portal mulai pertengahan anus vena rektalis superior berjalan ke atas anus bersatu dengan vena lienalis di belakang pancreas, menerima cabang sesuai dengan cabang arterinya.

•Vena lienalis : cabang dari sirkulasi portal mulai dari hilus limpa oleh persatuan vena gastrika dan vena gastroepiploika berjalan ke kanan dalam ligamentum lienorenalis berjalan ke belakang pancreas bersatu dengan vena mesentrikan superior untuk membentuk vena porta, vena mesenterika inferior dan vena dari pancreas bermuara pada vena lienalis.

•Vena mesentrika superior merupakan cabang dari sirkulasi portal, mulai dari perbatasan ileosekalisberjalan ke atas dinding posterior abdomen dan dalam pangkal mesenterium usus halus bersatu dengan vena lienalis untuk membentuk vena porta.

•Vena porta merupakan vena yang penting, panjangnya 5 cm, di bentuk di belakang pancreas oleh persatuan vena mesenterika superior dan vena lienalis.vena porta berjalan ke atas dan kanan duodenum dan masuk ke omentum minus. Sirkulasi portal mulai sebagai pleksus kapiler dalam organ yang merupakan tempat darah dialirkan ke luar berakhir dengan pengosongan darahnya ke dalam siunusoid dalam hati. Vena porta mengalirkan darah dari pencernaan bagian bawah esophagus sampai pertengahan atas anus, dari pancreas, kandung empedu, duktus koledukus, dan limpa.

e.Anastomosis portal sistemik. Dalam keadaan normal, vena porta melewati hati dan masuk ke vena kava inferior. Sirkulasi portal merupakan sirkulasi sistemik melewati vena hepatica, hubungan lain apabila jalan langsung terhambat.

E.Anastomosis portal sistemik

1.Sepertiga bawah esophagus. Ramus esofagea dari vena gastrika sinistra (cabang vena porta) beranastomosis dengan vena esofagea mengalir ke vena azigos.

2.Pertengahan atas anus vena rektalis superior (cabang vena porta), mengalirkan darah dari setengah atas anus beranastomosis dengan vena rektalis media dan inferior merupakan cabang dari vena iliaka interna dan vena pudenda.

3.Vena paraumbilikus, menghubungkan cabang kiri vena porta dengan vena superfisialdi dinding anterior abdomen, berjalan dalam ligamentumfalsiformi dan ligamentum terres hepatis.

4.Vena-vena kolon asendens, desendens, duodenum, pancreas, dan hati (cabang vena porta), beranastomosis dengan vena renalis, vena lumbalis dan vena frenika.

5.Vena ovarika, berasal dari ovarium setinggi vertebra lumbalis ke-1 dan mengalirkan darah ke vena kava inferior

F.Vena dinding pelvis

a.V. Iliaka eksterna, mulai dari belakang ligamentum inguinal sebagai lanjutan v. Femorlis, berjalan sepanjang sisi media a. Femoralis bersatu dengan v. Iliaka interna untuk membentuk v. Iliaka kommunis menerima darah dari v. Epigastrika inverior dan v. Sirkumfleksa ilium profundus.

b.V. Iliaka interna, terbentuk dari penggabungan cabang-cabang a. Iliaka interna, v. Vaginalis, dan v.udenda interna yang berjalan ke atas bersatu dengan v. Iliaka eksterna membentuk v. Iliaka kommunis.

c.V. Sakralis media bermuara pada v. Iliaka kommunis sinistra.

G.Vena anggota gerak atas

a.Jalinan v. Superfisialis ditemukan pada dorsum manus, jalinan vena ini mengalir ke atas, dilateral masuk ke v.sefalika dan bagian medial masuk ke v. Basilika, dan memutar menuju permukaan anterior lengan bawah. Vena ini berjalan ke atas menuju lengan atas.

b.V. Sefalika, berakhir dengan menembus fasia profunda pada trigonum deltoidpektorale dan bermuara pada v.aksilaris.

c.V. Basilika, dari dorsum manus sisi medial lengan bawah menembus fasia profunda, sekitar pertengahan lengan atas bercabang v.kubitis medialis yang menghubungkan v. Basilika dengan v. Sefalika pada fossa kubiti yang bermuara ke v. Aksilaris.

H.Vena anggota gerak bawah

a.V. Superfisialis tungkai bawah adalah v. Safena magna dan v. Parva yang berjalan ke atas dengan cabangnya.

b.V. Safena magna mengangkut darah dari ujung medial arkus venosus dorsalis pedis berjalan naik di depan maleolus medialis berjalan ke belakang lutut melalui sisi medial paha pada fasia profunda bergabung dengan v. Femoralis, berhubungan dengan v. Safena parva berjalan ke belakang lutut. V. Perforans menghubungkan v. Safena magna dengan v. Profunda sepanjang sisi medial betis. Pada hiatus safenus di fasia profunda, v. Safena magna mempunyai cabang tiga, yaitu:

1.V. Sirkumfleksa ilium superfisialis,
2.V. Epigastrika superfisialis, dan
3.V. Pudenda interna superfisialis
c.V. Aksesoria bergabung dengan vena utama dan pada pertengahan paha bermuara pada v. Safena.
d.V. Safena parva. Vena ini banyak memiliki katup, timbul dari bagian lateral arkus venosus dorsalis pedis, naik ke belakang maleolus lateralis, menembus fasia profunda, berjalan di antara m. Gastroknemius bagian bawah fossa poplitea, dan berakhir dalam v.poplitea. vena ini memiliki cabang-cabang, yaitu:

1.V. Kommunikantes dengan profunda pedis dan

2.Cabang- cabang anastomotik yang bergabung dengan v.safena magna.

e.V. Poplitea dibentuk oleh penyatuan vena kommunikantes dari a.tibialis anterior dan posterior pada batas bawah m. Popliteus yang terletak pada sisi lateral dan berjalan melalui lubang m.adduktor magnus menjadi v. Femoralis.

f.V. Femoralis merupakan lanjutan dari vena poplitea menaiki paha pada sisi lateral, berakhir pada sisi medial dan meninggalkan paha berjalan ke belakang ligamentum inguinal menjadi v. Iliaka eksterna.

Vena ini memiliki cabang-cabang,yaitu:
1.V. Safena magna,
2.V. Sirkumfleksa, dan
3.V. Pudenda eksterna.

g.V. Obturatoria menampung cabang-cabang dari a. Agturatoria dan mencurahkan isinya ke dalam v. Iliaka interna.

2 komentar:

  1. trims buat info.a izin copass yaa :D

    BalasHapus
  2. Assalamu alaikum


    Maaf sebelumnya, karena saya telah mencopy artikel ini tanpa seizin anda, mohon diizinkan agara tidak menjadi beban di akhirat

    SYUKRAN AKHII

    BalasHapus

Loading...

GAMBAR

GAMBAR

Cari Blog Ini

Memuat...